Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenali 5 Ragam Potensi Kecerdasan Kecerdasan Anak Indonesia

    

  Kecerdasan sepertinya menjadi hal yang sering kita dengar, khususnya dilingkungan pendidikan. Bahasan ini menarik untuk kita ulas karena dengan mengetahui berbagai ragam kecerdasan anak, kita menjadi lebih mudah memahami dan mengarahkan proses belajar anak supaya lebih optimal. 

Berbicara mengenai kecerdasan, seringkali disandingkan dengan hal yang berbau akademik, gitu kan ya ? Jadi kalau anak itu bagus akademiknya, sudah pasti dianggap anak itu cerdas. Tidak salah memang, tapi juga kurang bijak rasanya jika tolak ukurnya hanya nilai akademik saja. 

    Disini kita akan melihat aspek lain yang juga menunjukkan sisi kecerdasan seseorang, karena Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah setiap anak memiliki kecerdasan pada bidangnya masing-masing sesuai dengan kapasitas potensinya.

Nah kebetulan saya pernah mengikuti seminar langsung oleh tokoh pendidikan Indonesia, yaitu Prof Arief Rahman. Buat yang penasaran siapa beliau, silahkan cari tau di Internet banyak informasi tentang beliau. Nah singkatnya pada seminar itu beliau menjelaskan tentang 5 hal potensi kecerdasan anak. Langusng saja simak berikut ini.

Pertama adalah Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan spiritual menjadi landasan penting sebelum melihat kepada aspek yang lain, karena kecerdasan spiritual sangat berpengaruh pada perilaku kesadaran diri untuk menilai sesuatu. Contoh perilaku anak yang menunjukkan kecerdasan spiritual merujuk pada nilai-nilai ketuhanan, seperti; mampu menghadirkan Tuhan/Keimanan dalam setiap aktivitasnya, gemar melakukan perbuatan baik karena Allah, disiplin dalam beribadah, menunjukkan kesabaran dalam berusaha dan senantiasa bersyukur atas pemberian Allah kepada kita.

Potensi kecerdasan anak yang kedua adalah Kecerdasan Akal. Potensi ini mengarah pada kemampuan anak dalam memahami dan memproses suatu informasi numerik, verbal maupun non verbal. Namun demikian, setiap anak memiliki keunggulan dalam kecerdasan akal yang beragam. Setiap anak dapat memiliki kecerdasan akal diatas rata-rata dalam satu hal, namun cenderung biasa saja untuk hal yang lain. Seperti contoh, seorang anak yang pandai dalam hal matematika, namun untuk penguasaan bahasa lain memiliki kekurangan. Lain halnya dengan anak yang sangat kuat ingatannya, tentunya dalam pelajaran sejarah atau yang membutuhkan daya hapal yang tinggi dapat mengikuti dengan bagus, namun dalam aspek lain bisa jadi memiliki kekurangan.

 Ketiga adalah potensi kecerdasan Jasmani. Kecerdasan jasmani berkaitan dengan ketrampilan olah fisik anak. Kemampuan ini erat kaitannya dengan kemahiran anak dalam olahraga tertentu. Sehingkali aspek ini berefek pada kesehatan secara medis karena memilki daya tahan tubuh yang kuat, tahan cuaca, tidak mudah capek. Jadi buat para ibu, kalau anak dirumah suka olahraga atau menunjukkan tertarik pada satu bidang olahraga tapi malu untuk mencoba, dukung terus ya, karena ternyata hal itu banyak manfaatnya untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

 Potensi kecerdasan yang keempat adalah kecerdasan perasaan. Pada aspek ini mengacu pada kemampuan ajak untuk mengendalikan emosinya. Bagaimana anak belajar menahan diri saat mainannya direbut oleh teman sebayanya? Apakah menangis, apakah memukul temannya, apakah justru mengajak bicara dan main bersama temannya? Semua itu menunjukkan sikap potensi kecerdasan anak. Selain itu untuk hal lainyang menunjukkan potensi kecerdasan perasaan adalah mampu menghormati orang lain, cenderung stabil, memahami perasaan orang lain.

Potensi kecerdasan yang kelima adalah Kecerdasan Sosial. Potensi kecerdasan ini perlu diketahui dan dipupuk sejak dini agar anak tidak kesulitan beradaptasi dalam tahap perkembangannya kedepan. Hal-hal kecil yang dapat memupuk rasa kecerdasan sosial anak antara lain membiasakan kerumah saudara / keluarga, sehingga anak sering berinteraksi dengan orang lain. Membiasakan anak untuk menawarkan pertolongan kepada temannya bila mengalami kesulitan. Membiasakan anak untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, seperti memasak, membersihkan halaman rumah, dll. Hal itu untuk memupuk rasa senang berinteraksi dengan orang lain.

Setelah kita kupas kelima potensi kecerdasan anak Indonesia ini, tentu memberikan sudut pandang baru tentang potensi anak kedepannya kan? Jangan sampai kita terlalu fokus untuk mengembangkan potensi kecerdasan akal anak, namun mengabaikan potensi kecerdasan yang lain.

Dalam mengawal tumbuh kembang anak yang baik, saya sebagai psikolog terbuka untuk memberikan konsultasi atau sharing terkait tumbuh kembang anak secara intensif. Kami melayani konsultasi sharing terkait tumbuh kembang anak secara online. Saya tunggu yaa....

 KLIK DISINI Untuk melihat informasi detailnya

 

Ditulis oleh admin Psikologiberbicara.com

Posting Komentar untuk "Mengenali 5 Ragam Potensi Kecerdasan Kecerdasan Anak Indonesia"