Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan Pendidikan Yang Ditempuh Untuk Menjadi Psikolog


Pada artikel kali ini kita akan mengupas mengenai pendidikan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang psikolog. Psikolog sendiri berarti sebutan untuk orang yang berpraktek psikologi. 

Di Indonesia sendiri untuk dapat praktek psikologi secara legal, perlu menempuh pendidikan strata 1 jurusan psikologi dan melanjutkan pendidikan magister profesi psikologi. Perlu diingat apa yang saya ceritakan ini mengacu pada aturan yang berlaku ketika menempuh kuliah ya gaes.

Pendidikan untuk menjadi seorang psikolog diawali harus menempuh pendidikan sarjana psikologi dulu tentunya yaa... iya lah mana mungkin kuliahnya sejarah, nanti jadinya kan sejarawan wkwkw.,

Menyelesaikan studi sarjana Psikologi

Nah untuk pendidikan Sarjana Psikologi sendiri ditempuh selama empat tahun lamanya. Pada masa menempuh pendidikan ini, kita akan mendapatkan semua materi dasar, tentunya diawali dari pengenalan apa itu psikologi, bermacam-macam aliran dalam psikologi, kemudian merujuk pada kecabangan bidang psikologi yang saat ini populer dimasyarakat. Sebagai gambaran yang paling populer umumnya ada kecabangan psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis dan Psikologi pendidikan.

Nah buat kalian yang baru mau mulai kuliah di psikologi, pasti nanti akan menemui pengalaman saat ditanya orang “kamu jurusan apa?” trus kamu jawab “Psikologi?” nah udah hampir bisa ditebak nanti jawabannya pasti “wah pasti bisa baca orang ya?” kaya gitu dan bla bla bla.... seterusnya.

Tetap santuy ya kalaunanti mendapat respon seperti itu, percayalah nanti ada pengalaman menarik yang bisa dijadikan pelajaran.

Oke lanjut... berkaitan dengan perkuliahan semasa S1, jangan berfikir bahnya di psikologi tidak ada mata kuliah hitung-hitungan yaa. Jadi buat kalian yang masuk psikologi untuk menghindari hitung-hitungan, kalian salah,,wkwkwk.... tetap ada, cuman ngitung berapa budget setiap klien kali berapa klien yang didapat, halah.....wkwkkwk. Tentunya ada mata kuliah statistik yang berkaitan dengan alat ukur bidang psikologi, nah itu juga penting untuk karir kedepannya kalau ingin menjadi ilmuan psikologi maupun praktisi psikologi.

Masa kuliah di S1 juga banyak diisi dengan kegiatan praktikum, so jadi harus siap untuk praktek mencari testee. Testee itu sebutan untuk orang yang mau dijadikan percobaan untuk dites psikologi. Testee sendiri bisa beragam, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jadi pokoknya siapin mental plus banyak-banyakin relasi ya kalau kuliah di psikologi biar ga pusing kalau nanti harus cari testee untuk praktikum.

Nah menjelang semester 4, dan 5. Biasanya nanti mulai ada mata kuliah pilihan, mata kuliah pilihan ini bisa temen-temen pilih sesuai dengan  minat bidang yang ingin kita dalami. Saya sendiri waktu itu lebih memilih mata kuliah pilihan yang berkaitan dengan psikologi Industri. Nah kalau temen-temen berminatnya bidang klinis, ya bisa biambil mata kuliah pilihannya yang berkaitan dengan klinis.

Secara umum, materi yang disampaikan saat S1 masih cenderung general ya, dalam artian semua bidang diajarkan, banyak praktikum yang diberikan, jadi disini sekaligus waktu untuk menentukan minat dan concern temen-temen lebih condong kemana.

Kuliah di psikologi juga ada pengabdian masyarakat, nah itu semacam program KKN, intinya sih ini terjun kemasyarakat gabung dengan mahasiswa dari jurusan lain untuk melakukan pengabdian ke masyarakat gitu. Program ini banyak yang sampe cinlok lho, ada juga yang putus gara-gara program ini,wkwkwk...

Diakhir semester, ada juga tugas untuk membuat skripsi. Nah disini siapin mental kalian untuk tahan dicecer sama dosen pembimbing, kuat nungguin bimbingan berjam-jam, nungguin balesan WA dosen berhari-hari, pokoknya siapin mental dan buang jauh rasa nunda-nunda ya, karena dosen gak bakal marahi kalian kalau nglayab terus sebulan penuh gak muncul buat bimbingan. Rugi sendiri kan kitanya, kecuali kalo memang sengaja lulusnya lama, itu beda cerita dan terserah temen-temten, wwkkwkwk.

Setahuku, sekarang untuk peraturan terbaru ada yang namanya program magang, jadi setiap mahasiswa diwajibin ikut magang ke perusahaan yang sesuai dengan bidangnya, durasi waktunya ditentukan sih berapa lamanya. Baru setelah itu bisa ikut wisuda. Program ini jaman aku kuliah belum ada ya, jadi kalau mau dapet pengalaman ya harus pinter-pinter bagi waktu kuliah sama cari kerja partime.

Melanjutkan program magister

Nah sekarang selamat anda sudah menjadi Sarjana Psikologi, nah sekarang kalau mau melanjutkan lagi agar menjadi Psikolog, harus melanjutkan studi lagi kejenjang Magiser Psikologi, Nah disini nanti ada dua pilihan apakah mau memilih Magister Psikologi Profesi atau menjadi Magister Sains Psikologi. Untuk persyaratan kedua jurusan itu cukup berbeda ya, Magister Psikologi Profesi mewajibkan pendidikan S1 harus Sarjana Psikologi, sedangkan untuk Magister Sains Psikologi tidak mewajibkan pendidikan S1 Sarjana Psikologi, dengan kata lain jurusan lain dapat menjadi magister Sains Psikologi.

Untuk mendapatkan gelar psikolog, maka kita harus memilih pendidikan Magister Psikologi Profesi. Pengalaman saya ketika mengikuti seleksimenjadi Mahasiswa Magister Profesi cukup ketat ya, mulai dari tes IQ, tes wawancara, FGD, walaupun kita udah mempelajari sebelumnya, tapi yang ngetes sekelas Dokter dan Profesor tetep aja bikin deg-degan kan. Ada juga tes pengetahuan umum tentang psikologi, kemudian tes tentang pengetahuan spesifik bidang, jadi tes pengetahuan spesifik bidang itu sesuai dengan apa yang kami pilih ya, kalau kamu pilih PIO ya pasti dapat tes seputar PIO, begitulah kira-kira....

Nah perkuliahan ini berlaku 4 semester, dengan 2 semester awal tatap muka. Siap-siap ya kalau ada yang ada anggapan kuliah di S1 itu udah capek, waktu kuliah di S2 bakal lebih capek, tapi kalau kalian ngerasa kuliah S1 enak, yakin deh nanti kuliah S2 bakal ngrasa enak banget, hahaha....

Memasuki semester 3 biasanya udah langsung terjun kelapangan, jadi ada Praktek Kerja Profesi Psikologi (PKPP) nah itu harus memenuhi target jam yang sudah ditentukan ya. Baik-baikin aja disitu pokoknya, karena kalo nanti kinerja kalian bagus waktu PKPP, biasanya sama orang situ langusng ditawari kerjaan deh, Nah masa PKPP ini juga pasti banyak cerita tersendiri, karena ada tuntutan dari lokasi kita berpraktek, tapi juga ada tuntutan dari Kampus.

Nah selama PKPP, kita  wajib membuat laoporan, ada laporan level organisasi, kelompok dan individu (khusus untuk PIO ya). Nah tiap jenis laporan memiliki jumlah yang berbeda, jadi siap-siap nanti habis PKPP kudu siapin laporan PKPP yang tebelnya udah kaya Skprisi, jumlahnya ada 6 laporan lagi...wkwkwkw....

Nah laporan PKPP itulah nanti yang akan diujikan untuk menentukan kita layak tidak menjadi psikolog begitu. Pengujinya sendiri bukan dari dosen kita sendiri ya, biasanya langsung dari HIMPSI atau dosen kampus lain. Setelah itu lulus ? belum saudaraku....

Masih ada satu lagi tugas yang harus diselesaikan sebelum lulus, yaitu membuat Thesis. Nah thesis ini sendiri bisa dimulai juga ketika membuat Laporan PKPP ya, jadi pinter-pinter atur waktu saja sebenernya.

Nah perjalanan untuk menjadi psikolog kurang lebihnya seperti itu teman-teman.

Namun tentunya aturan setiap saat dapat berubah, terlebih karena pandemi kemarin, setahu saya ada beberapa perubahan dalam alur pendidikan di Maagister Profesi, namun tetap pokok-pokoknya tidak jauh berubah.

 

Semoga bermanfaat

Salam Hangat

Himawan


Posting Komentar untuk "Perjalanan Pendidikan Yang Ditempuh Untuk Menjadi Psikolog"