Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Perbedaan Kuliah dengan Sekolah

Berikut ini adalah informasi mengenai Perbedaan kuliah dengan sekolah, semoga bisa memberikan informasi dan gambaran untuk teman-teman yang baru lulus SMA dan akan masuk ke bangku kuliah. Perlu diketahui bahwa dunia perkuliahan dan sekolah sangat terasa berbeda, jadi cara menyikapi dan menjalaninya pun juga berbeda. Berikut adalah garis besar perbedaan antara kuliah dan sekolah tersebut :

1.    Tanggung Jawab Lebih Besar

Mahasiswa wajib mengikuti minimal 75% kehadiran perkuliahan di dalam kelas, 25% sisanya bisa untuk tidak hadir pada perkuliahan bila memang ada hal yang sangat mendesak, namun demikian lebih baik tetap mengikuti perkuliahan secara pernuh karena sangat mungkin ada tugas atau kuis yang bersifat dadakan dari dosen dan memiliki bobot nilai yang cukup.

Bagi mahasiswa yang merantau, terdapat pilihan untuk tinggal di asrama, kos, ataupun mengontrak sendiri. Kondisi tersebut tentu sangat berbeda saat SMA yang masih tinggal dengan keluarga. Pada saat kuliah dituntut lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola semua kebutuhan pribadi, mengatur kebersihan kamar tidur, mengatur keuangan, mengatur kegiatan dan masih banyak lagi.

Baca Juga 4 langkah cerdas manajemen waktu bagi mahasiswa

2.    Kecepata Mengajar Lebih Tinggi

Dosen akan memberikan perkuliahan dengan menekankan pada poin-poin penting semata, hal tersebut tentu akan berimbas pada kecepatan belajar yang terasa lebih cepat.  Mahasiswa dituntut  lebih aktif dalam mengikuti proses perkuliahan, selain itu proses belajar secara mendiri untuk mendalami materi juga sangat penting karena banyak hal yang tidak dijelaskan secara menyeluruh saat tatap muka dikelas.

Manfaatkan momen saat bertemu atau waktu diluar kuliah untuk diskusi dengan teman atau dosen mengenai topik yang anda sudah pelajari namun belum paham secara menyeluruh. Hal itu selain penting untuk menambah pemahaman anda, juga semakin menjalin relasi yang baik dengan dosen dan teman-teman anda.

3.    Suasa Belajar

Saat dibangku sekolah mungkin terbiasa dengan suasana belajar yang tertib, dimana semua murid harus mendengarkan, fokus pada guru, namun demikian dibangku perkuliahan sangat tergantung dengan bagaimana kesepakatan / kontrak belajar dosen dengan mahasiswa yang dibuat di pertemuan pertama. Ada yang memperbolekan minum didalam kelas, selalu diskusi contoh kasus selama perkuliahan, banyak sekali suasana belajar didalam kelas. tapi yang paling penting adalah teman-teman harus siap secara mental, sehingga mau mengikuti kelas dengan suasana seperti apapun tidak ada rasa canggung.

 4.    Tugas adalah Tangung Jawab Individu

Tugas yang diberikan oleh dosen merupakan suatu sarana untuk mengasah kemampuan dan pemahaman mahasiswa tehadap suatu materi. Terdapat tugas yang memiliki bobot nilai namun ada juga tugas yang lain menjadi ajang latihan mahasiswa. Sangat mungkin soal-soal dalam tugas yang menjadi media latihan akan bermanfaat dalam menyelesaikan soal-soal ujian.

 5.    Jumlah Ujian Lebih Sedikit

Saat teman-teman memasuki bangku perkuliahan, jangan kaget bila menghadapi ujian akan jauh lebih sedikit. Bila saat masa SMA mungkin terbiasa dengan ulangan/ujian per bab, dibangku perkuliahan hanya ada dua ujian yaitu UTS dan UAS, serta ujian perbaikan / Remidi itu pun tidak selalu ada ujian remidi.  

Sehingga teman-teman harus mempersiapkan dengan sungguh-sungguh baik secara mental maupun secara persiapan belajar.

 6.    Nilai Lebih Tegas

Saat teman-teman masih di bangku sekolah, mungkin terbiasa mendapatkan nilai ujian dengan skor dengan rentang 0 sampai 100. Saat dibangku perkuliahan teman-teman akan mendapatkan nilai anda A, B, C, D, E bahkan ada juga yang menerapkan kriteria lebih ketat yaitu dengan menambahkan kriteria lain seperti A-, A/B, B+, B/C, dst.

Dan tak jarang saat pengumuman hasil ujian, nilai seluruh mahasiswa akan dipajang dipapan pengumuman atau diumumkan secara terbuka dikelas. Maka pastikan teman-teman sudah belajar secara maksimal agar hasilnya membanggakan yaa .....

7.    Cara Belajar yang Berbeda

Saat kita masih dibangku sekolah, kita terbiasa dengan jadwal belajar yang sudah diatur/disiapkan oleh pihak sekolah dan kita tinggal mengikutinya saja. Kondisi tersebut tidak akan kita temui saat memasuki bangku kuliah.

Saat memasuki awal semester baru, teman-teman akan diminta untuk mengisi Kartu Resncana Studi (KRS), teman-teman bisa mengisi jadwal yang diinginkan, memilih dosen favorit, bahkan mengambil mata kuliah semester atas bila mau. Perlu diingat bahwa untuk memilih jadwal dan dosen favorit biasanya harus berebut dengan mahasiwa yang lain, siapa yang cepat dia yang dapat....

Dibangku perkulaihan menggunakan sistem belajar SKS, dimana lama jam belajar untuk tiap 1 SKS adalah 50 menit, sehingga bila teman-teman akan mengikuti perkuliahan 3 SKS, siapin diri ya untuk mengikuti pembelajaran selama150 menit.

8.    Tema yang Beragam

Saat masih sekolah mungkin lingkup pertemanan sekolah didominasi berasal dari  satu daerah yang sama. Kondisi berbeda akan teman-teman temui saat memasuki bangku perkuliahan, sangat mungkin memiliki teman sekelas yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia atau bahkan dari luar negri. Jadi jangan lupa untuk menjaga toleransi bila menemukan perbedaan budaya atau tutur kata yaa....

Nah kurang lebih itu tadi adalah 8 perbedaan andara kuliah dengan sekolah, semoga dapat memberi gambaran untuk teman-teman yang akan memasuki bangku perkuliahan. Bila ada teman-teman menemukan hal lain yang belum tercantum diatas, jangan lupa tulis dikolom komentar yaa....

Semoga Bermanfaat, Terima Kasih


Posting Komentar untuk "8 Perbedaan Kuliah dengan Sekolah"