Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Langkah Cerdas Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa


Kali ini kita akan sharing mengenai 4 Langkah Cerdas Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa.
Penting gak sih membuat strategi dalam mengatur waktu untuk mengikuti banyak kegiatan ?
Kalau menurut saya pribadi sih penting, biar setiap kegiatan bisa terlaksana sebaik mungkin.
Mungkin kalian semua tau ya kalau masa-masa kuliah seringkali disibukkan dengan banyak kegiatan, mulai dari jadwal kuliah yang padat, jadwal praktikum, ngerjain tugas kelompok, kegiatan organisasi, jam kerja bagi yang ikut part time, kegiatan keluarga dan masih banyak lagi. Selama kuliah tentu prioritas utamanya adalah menjaga gimana caranya agar kuliah bisa tetap lancar, tapi aktivitas lainnya juga gak terbengkalai. Mau bagaimanapun aktivitas diluar kuliah juga penting untuk memperkaya portofolio kita, bener kan?

Maka dari itu sangat penting untuk kita menetapkan strategi 4 Langkah Cerdas Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa agar kegiatan yang menjadi prioritas dapat berjalan lancar namun aktivitas lain untuk mengembangkan diri pun tetap bisa terlaksana dengan baik

Strategi manajemen waktu bagi mahasiswa secara umum terbagi menjadi 4 tahap, bisa dilihat sebagai berikut:

1.    Susun daftar kegiatan

2.    Buat skala prioritas

3.    Evaluasi diri dan kegiatan

e     Alokasikan waktu Sesuai prioritas

    Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing tahapan dalam membuat time manajemen yang sederhana bagi mahasiswa. Tips ini juga dapat diterapkan tidak hanya kalangan mahasiswa tapi siapa saja yang ingin menata manajemen waktu pada umumnya.

1. Susun Daftar Kegiatan

Pada tahap ini kita harus membuat daftar kegiatan yang kita lakukan berdasarkan kategori yang sudah kita buat sebelumnya. Berikut contoh kategori yang sudah saya bikin :

Aktivitas rutin bersifat tetap: Aktivitas rutin ini merupakan kegiatan yang sudah terjadwal dengan pasti, missal kuliah, check up dokter gigi, olahraga, dan sebagainya.

Aktivitas mandiri bersifat tetap : merupakan kegiatan yang dilakukan secara mandiri dan bersifat tetap, seperti halnya pergi sembahyang, melakukan yoga, dan sebagainya.

Aktivitas tambahan : merupakan kegiatan yang bersifat tambahan, bisa kegiatan yang sudah dilakukan namun tidak bersifat tetap, atau kegiatan lain yang diprediksi akan muncul, contoh mengikuti kegiatan rapat organisasi, mengerjakan tugas bersama, dan sebagainya.

Me time : merupakan kegiatan yang bersifat relaksasi untuk pribadi, kegiatan yang fun dan menyenangkan sehingga setelah melakukannya kita menjadi lebih siap untuk kembali ke rutinitas seperti biasanya.

Contoh pembuatan daftar kegiatan :

Aktivitas rutin bersifat tetap      : kuliah, membuat konten, dst

Aktivitas mandiri bersifat tetap : olahraga, membaca buku ilmiah, dst

Aktivitas tambahan                    : ikut organisasi, dst

Me time                                      : nonton, baca novel, dst

 2. Buat Skala Prioritas

Berdasarkan daftar kegiatan yang sudah dibuat sebelumnya, sekarang kita akan membuat skala prioritas kegiatan berdasarkan urgensinya dan kepentingannya. Urgensi suatu kegiatan akan melihat apakah suatu kegiatan termasuk urgen atau tidak. Sedangkan tingkat kepentingan akan melihat satu kegitatan termasuk penting atau tidak. Untuk lebih jelasnya dapat disaksikan pada table berikut ini :

          Keterangan

Penting

Tidak Penting

Mendesak

Prioritas 1

Prioritas 3

Tidak Mendesak

Priotitas 2

Prioritas 4

Berdasarkan kolom diatas, kegiatan yang sudah dikelompokkan akan terbagi kedalam 4 skala prioritas, prioritas pertama adalah kegiatan yang bersifat penting dan mendesak. Kegiatan yang masuk dalam kelompok prioritas 1 ini bisa mendapat porsi lebih sehingga tidak tergeser oleh kegiatan yang lain.

Prioritas yang kedua adalah jenis kegiatan yang penting namun dari segi waktu tidak terlalu mendesak. Pada kegiatan yang masuk pada kategori dua ini lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jadwal kegiatan yang lain.

Prioritas yang ketiga memang merupakan kegiatan yang mendesak dari segi waktu, namun kegiatan ini bersifat tidak penting. Dengan kata lain kegiatan ini harus dilakukan tapi bila tidak juga tidak begitu signifikan efeknya.

Prioritas yang keempat merupakan kegiatan yang secara waktu tidak mendesak dan secara kepentingan tergolong tidak penting. Sehingga dengan mengetahui apa saja yang termasuk dalam kegiatan ini, maka dapat mempertimbangkan untuk tetap melakukannya atau tidak.

Baca juga Kumpulan Teknik Membaca Yang Efektif Sesuai Kebutuhan

3. Melakukan evaluasi kondisi diri dan kegiatan

Sebelum memutuskan untuk mengalokasikan waktu untuk kegiatan mana, penting bagi kita untuk melakukan evaluasi kedalam diri kita, khususnya berkaitan dengan kapan waktu produktif, volume kegiatan dan tingkat kesulitan dari kegiatan tersebut.

Evaluasi Kapan Waktu Produktif

Kita harus mengevaluasi kondisi diri kita, kapan waktu bisa produktif untuk mengerjakan secara cepat, apakah itu pagi hari, siang, atau malam hari. Kita juga bisa menambahkan kriteria seperti kapan saat konsentrasi kita, sehingga saat kita tahu waktu produktif dari sisi ketersediaan waktu dan dari sisi konsentrasi kita untuk mengerjakan berbagai pekerjaan.

Kenali Volume kegiatan

Kita harus membiasakan membaca karakteristik pekerjaan / kegiatan yang akan kita lakukan. Dengan melakukan evaluasi atas volume kegiatan yang akan kita kerjakan, kita jadi mengetahui kapan estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan tersebut. Apakah cukup dengan sekali keja, atau membutuhkan beberapa kali pengerjaan.

Evaluasi Tingkat kesulitan

Evalusi berikutnya yang dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi tingkat kesulitan. Melakukan evaluasi tingkat kesulitan berarti mencoba memahami secara keseluruhan aktivitas yang akan dilakukan, mulai dari kerumitan, cara mengerjakan, serta skenario efektif yang bisa diambil untuk menyelesaikannya. Melakukan analisis tingkat kesulitan ini menjadi penting karena kita dapat mengetahui batas kemampuan kita dalam mengerjakan, apakah membutuhkan bantuan orang lain, ataukah perlu berkonsultasi terhadap orang lain terlebih dahulu, serta memahami skenario terbaik untuk menyelesaikan pkerjaan tersebut.

 4. Alokasikan Waktu Sesuai Prioritas

Setelah kita melakukan analisis atas kondisi diri, kita tentu lebih menyadari kapan waktu paling produktif yang kita miliki. Pastikan juga kita telah melakukan analisis volume kegiatan dan tingkat kesulitan pada kegiatan yang masuk pada kegiatan prioritas 1, 2, 3, dan 4. (lihat tabel skala prioritas).

Setelah anda melakukan evaluasi tersebut, prioritaskan terlebih dahulu kegiatan yang masuk dalam kategori prioritas 1 untuk diberikan alokasi lebih. Misal, kita memiliki tugas untuk membuat artikel populer yang masuk dalam priotitas 1. Maka kegiatan tersebut dapat kita berikan alokasi waktu dimana kita paling produktif untuk mengerjakan.

Dengan melakukan kegiatan ini, tentua akan terasa sedikit ribet diawal. Namun demikian, hal itu dapat memacu kita untuk berfikir lebih tertata sebelum melakukan pekerjaan. Sebagai contoh, bila anda sudah memahami beberapa tahapan diatas dan mempraktekannya beberapa kali, hal itu akan membisakan diri anda untuk membuat perencanaan yang matang sebelum mulai menyelesaikan pekerjaan. Sehingga saat anda mendapatkan pekerjaan yang sulit, anda sudah ada gambaran apa yang harus dilakukan, kapan akan dikerjakan, dan perkiraan kapan pekerjaan tersebut bisa diselesaikan.

Semoga artikel 4 Langkah Cerdas Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Jangan lupa share artikel ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dan saling berbagi pesan kebaikan. 

Terima Kasih


Baca juga Kumpulan Teknik Membaca Yang Efektif Sesuai Kebutuhan



Posting Komentar untuk "4 Langkah Cerdas Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa"