Belajar dari rumah selama pandemi corona; setitik asa esok yang lebih baik.
Dalam upaya menjaga proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayan mengeluarkan program baru yaitu Belajar dari Rumah. Program ini sudah dimulai sejak Senin, 13 April 2020 dan berlangsung setiap hari pukul 08.00 WIB-23.30 WIB di Lembaga Penyiaran publik TVRI dengan program kebudayaan pada hari sabtu dan minggunya.
Program ini direncanakan akan berlangsung hingga bulan juli 2020 untuk dievaluasi kemudian. "Untuk sementara, program ini direncanakan akan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020," jelas Mendikbud dalam konferensi pers.
Tentunya ini menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia yang tinggal didaerah yang infrastruktur internetnya masih terbatas. “Diharapkan, Program Belajar dari Rumah ini dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi," ujar Nadiem Makarim, dilansir dari VOA Indonesia, Minggu (12/4).
Nostalgia Program yang Edukatif
Program Belajar dari Rumah menayangkan tema tentang pola asuh, pendidikan anak, kebudayaan dan film terbaik Indonesia. Semoga saja kedepan tayangan yang mengangkat nilai karakter luhur bangsa ini semakin banyak, karena melalui tontonan tersebut dapat dimasukkan memasukkan nilai-nilai luhur untuk agar dapat menjadi tuntunan dan pembentuk karakter. Tapi taukah kamu kalau dulu pernah ada program TV yang sangat sarat dengan nilai dan pembentukan karakter.
Sedikit nostalgia, apakah masih ingat dengan tayangan ini ?
Sedikit nostalgia, apakah masih ingat dengan tayangan ini ?
(Sumber: www.brilio.net)
Acara ini muncul pertama kali di TVRI Yogyakarta pada 1976-1978 dan dilanjutkan di TVRI Jakarta untuk program serupa hingga beberapa tahun. Sosok Tino Sidin yang jadi tokoh utamanya dan dengan kata khasnya "bagus" setiap kali memuji sebuah lukisan anak-anak yang dikirimkan kepadanya dalam membawakan program acara Gemar Menggambar di TVRI. Itulah yang sulit didapat sekarang. Belum terlihat ada orang yang ambil peduli dengan anak-anak seperti Tino Sidin ini melalui media dunia lukis.
Kalau ini?
Acara ini muncul pertama kali di TVRI Yogyakarta pada 1976-1978 dan dilanjutkan di TVRI Jakarta untuk program serupa hingga beberapa tahun. Sosok Tino Sidin yang jadi tokoh utamanya dan dengan kata khasnya "bagus" setiap kali memuji sebuah lukisan anak-anak yang dikirimkan kepadanya dalam membawakan program acara Gemar Menggambar di TVRI. Itulah yang sulit didapat sekarang. Belum terlihat ada orang yang ambil peduli dengan anak-anak seperti Tino Sidin ini melalui media dunia lukis.
Kalau ini?
(Sumber: www.brilio.net)
ACI atau Aku Cinta Indonesia adalah film seri televisi yang ditayangkan di TVRI pada tahun 1980-an. Judulnya juga dapat berarti singkatan dari ketiga tokoh utamanya, Amir (Agyl Syahriar), Cici (Dyah Ekowati Utomo) dan Ito (Ario Sagantoro). Film serial ACI dirancang dan diproduksi oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (PUSTEKKOM) yang bertemakan pengembangan nilai-nilai kepribadian anak dan remaja. Ditayangkan TVRI tahun 1985-an.
Buat yang kelahiran 80-90 tentu sangat familiar yaa....Dua contoh acara TV tersebut adalah tayangan yang populer pada masanya. Setiap program yang tayang kala itu penuh dengan pesan yang membangun karakter, semangat juang, rasa cinta tanah air serta sarana pembelajaran.
Menuju Era Baru Dunia Pendidikan
Baca Juga Psikologi Industri dan Organisasi; Sudut pandang dan ranah analisisnya
Baca Juga Manfaat Psikologi Dalam Kehidupan Manusia
Buat yang kelahiran 80-90 tentu sangat familiar yaa....Dua contoh acara TV tersebut adalah tayangan yang populer pada masanya. Setiap program yang tayang kala itu penuh dengan pesan yang membangun karakter, semangat juang, rasa cinta tanah air serta sarana pembelajaran.
Menuju Era Baru Dunia Pendidikan
Baca Juga Psikologi Industri dan Organisasi; Sudut pandang dan ranah analisisnya
Baca Juga Manfaat Psikologi Dalam Kehidupan Manusia
Pendidikan Indonesia memang selayaknya harus mulai mentransformasi dirinya, cepat atau lambat itu pasti akan terjadi. Transformasi tidaklah selalu dengan merubah kurikulum semata, ujung-ujungnya anak didik kita lah yang menjadi korban.
Ada hal yang lebih mendasar dan penting dari itu !
Ingat, pada jaman sekarang ini, dalam aspek apapun menuntut kecepatan proses, efisiensi waktu, biaya, tenaga, serta inovasi untuk menciptakan value lebih. Dan dunia terus berpacu untuk itu. Mau tidak mau, kita harus meninggalkan kebiasaan cara berfikir lama dan meletakkan pondasi mindset baru untuk generasi kita yang berorientasi kedepan, lebih inovatif, fokus pada kreativitas, menciptakan value lebih disegala lini, serta pemahaman tentang budaya dan kearifan lokal yang kuat.
Kita memang harus mendidik generasi baru mengikuti perkembangan teknologi, tapi tetap harus ada nilai perekat yang ditanamkan kepada anak-anak kita sebagai satu bangsa.
Nilai-nilai kebudayan dan kearifan lokal lah yang menjadi salah satu perekat tersebut. Masih ingatkah kita tentang budaya toleransi? Gotong royong? Yang semua itu merupakan budaya asli ketimuran kita. Disadari atau tidak, itulah yang membedakan kita dari semua negara didunia. Nilai-nilai tersebut harus kita jaga, kita tanamkan kuat dengan cara yang modern. Ingat, Nilai budaya dan kearifan yang ditanamkan tetap sama, tapi cara menamamkannya lah yang diubah menjadi lebih modern.
Sadar atau tidak, saat ini kita hidup dijaman dimana masuk kelas tidak menjamin benar-benar belajar, dimana punya ijasah tidak menjamin siap kerja, dimana mendapatkan nilai tinggi tidak menjamin pandai.
Maka berkaca dari program belajar dirumah saja ditengah pandemi covid 19 ini, serta perubahan orientasi dalam dunia pendidikan yang sudah diambil, menjadi momentum besar untuk mempercepat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Kemajuan dunia pendidikan akan menciptakan SDM yang berkualitas pula.
Dan saya masih sangat optimis, ditengah kodisi seperti ini, Indonesia bisa menjadi negara besar, maju dan mengulang era kejayaan masa lampau, karena kita dikaruniai semua sumber daya yang dibutuhakan dan luhur kita pernah membuktikan.
Bagaimana menurutmu ?? tulis pendapatmu dikolom komentar
Berikut saya lampirkan jadwal kegiatan belajar dari rumah.
Senin-Jumat
08.00-08.30 WIB PAUD dan sederajat
08.30-09.00 WIB SD kelas 1-3 dan sederajat
10.00-10.30 WIB SD kelas 4-6 dan sederajat
10.30-11.00 WIB SMP dan sederajat
14.00-14.30 WIB SMA/SMK dan sederajat
14.30-15.00 WIB Pengasuhan dan Pendidikan Anak
19.00-23.30 WIB Film Indonesia Terbaik
*Jadwal acara dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran
Semoga Bermanfaat.
Penulis,
Himawan Sutanto


Posting Komentar untuk "Belajar dari rumah selama pandemi corona; setitik asa esok yang lebih baik. "
Silahkan berikan komentar dan masukan yang membangun agar blog ini menjadi lebih baik.