Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Psikologi Industri dan Organisasi: Sudut pandang dan ranah analisisnya



Perkembangan ilmu psikologi berbanding lurus dengan cabang ilmu psikologi serta kajiannya diberbagai bidang. Salah satu cabang ilmu psikologi yang populer dewasa ini  adalah Psikolog Industri dan Organisasi (IO).
Pada prinsipnya cabang ilmu ini tetap mendasarkan pada kajian perilaku manusia, hanya saja fokus kepada kajian tentang perilaku manusia di situasi industri dan organisasi. Pada kajian psikologi (IO) selalu berupaya untuk menyelaraskan kebutuhan individu dengan kebutuhan industri atau organisasi. Dalam upaya menyelaraskan kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi tersebut membutuhkan berbagai model analisis, perencanaan yang mendalam, serta pertimbangan dari berbagai sisi.

Sebagai contoh, bila kita melihat Kebutuhan individu yang bekerja pada suatu perusahaan, sangat wajar bila memiliki harapan ingin mendapatkan penghasilan yang tinggi, karir yag bagus, benefit yang baik, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Perusahaan pun demikian, Ia memiliki kebutuhan akan tallent dengan attitude dan kinerja yang baik, mampu memberikan kontribusi positif serta menunjukkan loyalitas kepada perusahaan, sehingga perusahaan bisa menjalankan proses bisnisnya dengan lancar dan terus berkembang. Jadi sangat wajar bila perusahaan mendapatkan tallent yang berkualitas sesuai kebutuhan, ia bersedia memberikan imbal balik yang tinggi.

Melihat adanya dua kebutuhan yang berbeda tesebut, kajian psikologi industri dan organisasi mencakup pada tiga ranah kajian. Pada ranah yang pertama yaitu ranah individual, yang kedua adalah ranah kelompok dan yang ketiga ranah organisasi.

Baca Juga Belajar dari rumah selama pandemi corona; setitik asa esok yang lebih baik. 


Ranah Individual atau ada juga yang mengatakan analisis individual, berfokus untuk melihat karakteristik, potensi serta ketrampilan lain yang dimiliki oleh individu. Salah satu penerapan analisis individu yang sering kita dengar adalah psikotes, yaitu dimana seorang Psikolog Industri melakukan analisis terhadap kandidat pelamar untuk memilih yang paling sesuai dengan kriteria yang ditetapkan perusahaan. Berbagai metode lain yang dapat dipakai dalam melakukan analisis individu adalah wawancara, FGD, LGD, asesment center (AC) dan sebagainya.

Berikutnya adalah ranah kelompok atau disebut juga group analisis. Pada analisis ini salah satu fokusnya adalah menciptakan efisiensi kerja serta suasana kerja yang nyaman dalam satu kelompok atau divisi tertentu. Seorang psikolog industri berupaya mendesain kelompok kerja sedemikian rupa agar menciptakan kenyamanan bagi semua anggota agar efektivitas kerja yang meningkat, meminimalisir kesalahan dan produktivitas kelompok pun juga meningkat. Terdapat berbagai metode yang dapat diterapkan dalam analisis kelompok, salah satunya adalah morning briefing. Dalam perusahaan, tentu tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Kelompok melakukan briefing untuk saling menyampaikan informasi terbaru serta hal-hal teknis lain. Sederhana memang, tapi pada proses penentuan metode briefing yang sesuai, harus melihat berbagai macam pertimbangan. Sebagai contoh; kalau dalam satu kelompok terdapat karyawan senior yang sudah 15 tahun bekerja, sementara terdapat karyawan baru yang masa kerjanya 1 tahun, sangat wajar bukan bila karyawan baru merasa sungkan untuk berpendapat dan lebih memilih mengikuti pendapat senior saja. Namun sebuah kerugian karena ide-ide kreatif dari anggota baru akan sulit untuk keluar, inovasi dalam kelompok pun menjadi sulit untuk dijalankan. Tapi itulah fakta yang sering kali terjadi dan harus dicari jalan tengahnya, agar baik karyawan baru dan senior bisa saling menyampaikan pendapat, mengeluarkan ide-ide baru untuk kebaikan bersama.

Baca Juga Manfaat Psikologi Dalam Kehidupan Manusia

Pada ranah analisis yang ketiga adalah analisis organisasi atau bisa juga disebut analisis sistem. Pada analisis ini melihat dengan berbagai macam pertimbangan dengan cakupan lebih luas. Mempertimbangan faktor eksternal perusahaan, faktor internal perusahaan dan output yang dicapai. Salah satu metode yang dapat dipakai adalah model analisis efektivitas organsisi open system (Cumming & worley, 2006). Melakukan analisis organisasi berarti melakukan pencarian akar permasalahan yang sebenarnya, baru kemudian menentukan rancangan program yang sesuai untuk mengembangkan organsasi. Sebagai contoh; dalam perusahaan distribusi produk lintas wilayah, dan harus bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengadaan armadanya. Maka kejesalan peraturan dalam pengadaan armada harus jelas, terlebih proses pengadaan armada tersebut berpengaruh pada inti bisnis perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerugian bila terjadi kesalahan, maka pengembangan SOP secara berkesinambungan dengan mempertimbangan aspek eksternal seperti; peraturan pemerintah, kompetitor, kondisi geografis, serta faktor internal perusahaan menjadi hal yang sangat penting agar proses kerja berjalan dengan baik.
 
Berikut tadi sekilas penjelasan mengenai  Psikologi Industri dan Organisasi. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita. Bila ada pertanyaan hal yang ingin diulas bersama, silahkan tulis dikolom komentar atau pada menu form yang tersedia.


Posting Komentar untuk "Psikologi Industri dan Organisasi: Sudut pandang dan ranah analisisnya"