Memahami Ruang Lingkup dalam Psikologi pendidikan



Jika bertanya mengenai ruang lingkup psikologi pendidikan, maka kita akan bertanya mengenai hal-hal apa saja yang dibicarakan dalam psikologi pendidikan. Jawabannya pasti akan berbeda-beda, setidaknya jawaban dalam setiap buku yang membahas mengenai psikologi pendidikan


Beberapa sumber buku menunjukkan bahwa lingkup psikologi pendidikan itu sangat luas, sedangkan beberapa sumber buku menunjukkan bahwa lingkup psikologi pendidikan tersebut terbatas hanya mengkaji beberapa hal.


Beberapa buku yang menunjukkan lingkup psikologi pendidikan luas, tidak hanya membahas proses belajar mengajar semata, tapi juga membahas mengenai perkembangan individu, keturunan dan lingkungan, dan evaluasi pendidikan. Sementara itu, buku yang menunjukkan lingkup psikologi pendidikan sempit, lingkup kajiannya hanya menitik beratkan pada kelangsungan proses belajar mengajar.


Jadi, boleh dikatakan bahwa tidak ada buku psikologi pendidikan yang menunjukkan ruang lingkup materi yang sama. Walaupun demikian, pada dasarnya psikologi pendidikan membahas hal-hal sebagai berikut.

  1. Hereditas dan lingkungan;
  2. pertumbuhan dan perkembangan;
  3. potensial dan karakteristik tingkah laku;
  4. hasil proses pendidikan dan pengaruhnya terhadapindividu yang bersifat personal dan sosial;
  5. kesehatan mental dan pendidikan; dan
  6. evaluasi hasil pendidikan.
Pada awal abad 20, pemerintah Prancis merasa perlu untuk mengetahui prestasi belajar para pelajar yang dirasa semakin menurun. Pertanyaannya, apakah prestasi belajar itu semata-mata hanya bergantung pada soal rajin dan malasnya si pelajar ataukah ada faktor kejiwaan atau mental yang ikut memegang peranan.
Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah itu ditunjuklah seorang ahli psikologi yang bernama Alfred Binet, Dengan bantuan Theodore Simon, mereka menyusun sejumlah tugas yang terbentuk dalam sebuah tes baku untuk mengetahui inteligensi para pelajar. Tes ini kemudian dikenal dengan Tes Inteligensi. 


Teknik Pengajaran
Guru yang paham ilmu Psikologi akan mengawali pelajarannya dengan gembira dan senyum. Prinsip edutainment juga diterapkan di kelas sehingga anak didik akan merasa senang dan semangat untuk belajar. Suasana kelas yang menyenangkan akan membuat anak betah belajar. Penggunaan musik, video, gambar-gambar yang menarik, dan alat pengajaran lainnya akan sangat menunjang pencapaian belajar.

Penggunaan alat belajar tersebut sudah melalui pemikiran bahwa setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, alat bantu mengajar itu harus bisa mengakomodasi anak-anak dengan gaya belajar visual, kinestetik, dan auditori. Teknik pengajaran juga harus bisa mengakomodasi ketiga gaya belajar tersebut.



Guru yang paham Psikologi, akan mengawali pelajaran dengan yang mudah. Lalu, sedikit demi sedikit akan memberikan bobot pelajaran yang membutuhkan pemahaman yang lebih dalam. Guru tersebut juga akan memberikan porsi yang banyak bagi anak untuk menerapkan teori yang sudah diajarkan dan tidak akan terlalu banyak bicara yang hanya akan membuat anak mengantuk dan tidak konsentrasi belajar.
Guru yang paham Psikologi sangat tahu bagaimana berbicara dengan masing-masing anak dan tidak akan pilih kasih. Pengertian dan perhatian diberikan kepada setiap anak. Guru tersebut juga akan menerapkan disiplin yang demokratis dengan tidak banyak marah dan menuntut anak melebihi kemampuan anak. Singkatnya, guru yang paham ilmu Psikologi tidak akan membuat anak stres malahan akan menjadi seorang inspirator ulung bagi anak-anak didiknya.
Incoming search themes : psikologi, psikologi pendidikan, pengertian psikologi pendidikan, pengertian menurut para ahli, ruang lingkup psikologi pendidikan

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dengan baik bila dirasa informasi yang disajikan bermanfaat bagi anda